Launching Taman Baca Masyarakat Kosakata Diwarnai Komentar Positif

INDONESIASATU.CO.ID:

Kediri. TBM atau Taman Baca Masyarakat “Kosakata” (Pondok Waos Masyarakat Kita) menjadi titik awal kebangkitan minat baca bagi anak-anak dan remaja di Kota Kediri pada umumnya dan Kelurahan Banjaran pada khususnya. Hal ini ditandai dengan launching TBM Kosakata yang disaksikan warga, anak-anak serta remaja putra maupun putri.

TBM Kosakata menjadi titik awal kebangkitan minat baca bagi anak-anak dan remaja di Kota Kediri pada umumnya dan Kelurahan Banjaran pada khususnya. Hal ini ditandai dengan launching TBM Kosakata yang disaksikan warga, anak-anak serta remaja putra maupun putri.

Launching tersebut diikuti Serda Abu Nur Arifin bersama Purba dari Perpustakaan Kota Kediri, Pembina TBM Kosakata Dodot dan Ketua Perpusatakaan TBM Nando, kumpul bareng bersama Ketua RT dan RW sekitar. minggu (3/3/2019)

“Disini kami sudah melakukan beberapa gerakan, sekarang sudah terkenal dengan kampung muralnya. Dari yang kita lihat disini, banyaknya anak-anak, remaja-remaja, akhirnya ada inisiatif kita membikin taman baca anak, remaja,” ungkap Dodot.

Fenomena yang ada saat ini, menurut Dodot, lebih cenderung pemakaian gadget, entah itu produk dalam negeri atau luar negeri. Ia berpandangan, justru kehadiran gadget membuat minat baca makin berkurang.

“Adanya ini, taman baca ini, kedepan, disini ada keinginan untuk membaca dan bisa menambah wawasan dari masyarakat sini juga. Kedepan, kita ada program, pembelajaran apapun yang ada disini bisa kita sharingkan,” lanjut Dodot.

Ia mencontohkan apa yang dimaksud saling sharing, seperti budaya, agar orang tidak lupa akan budaya jawanya, sumateranya, balinya dan lainnya. Kalau budaya jawa, otomatis ia harus belajar bahasa jawa, aksara jawa dan segala tradisinya.

“Dulu, disini, Kediri ini, gudangnya segala literasi, kalau ada cagar budaya, peninggalan budaya, maka kita harus bedah satu persatu. Apa saja yang ada disini, kita buka satu persatu, kta bedah,” kata Dodot.

Dijelaskannya, program-program saling sharing lintas komunitas sebenarnya sudah ada, entah itu 2 minggu sekali atau sebulan sekali. Bahkan, saling sharing lintas komunitas ini ada yang sudah terjadwal tiga bulan sekali, enam bulan sekali dan setahun sekali. Ia dengan terbuka kepada siapa saja, untuk saling sharing, baik dari rekan-rekan sesama pelukis, komunitas dan lainnya.

“Arahnya saat ini, kita ini masih non profit, kedepan bagaimana caranya kita menemukan profit itu, otomatis kita pakai ekonomi kreatif. Salah satunya bagaimana arah kita pemasukan untuk ke profit, yaitu kerajinan, kita dorong, kita arahkan,” jelas Dodot.

Dikatakan Dodot, salah satu solusi kearah profit atau pemasukan di sektor kerajinan yaitu dengan pembentukan ekonomi kreatif. Jadi, Kosakata tidak hanya sekedar TBM, tetapi bisa menjadi “Branch” dari produk-produk unggulan kerajinan.

Berbagai komentar terkait keberadaan TBM tersebut, menjadi sorotan untuk menggambarkan kondisi terkini, minat baca disekitar Kelurahan Banjaran pada khususnya dan Kediri pada umumnya. Mengomentari keberadaan TBM ini, Serda Abu Nur Arifin turut angkat bicara.

“Disini, saya ada di TBM Kosakata. Kita disini mengajak untuk kembali membudayakan membaca. Disini banyak sekali buku-buku pendidikan, sejarah, cerita-cerita. Launching ini membuka kembali, minat baca bagi seluruh anak-anak, remaja-remaja,” kata Serda Abu.

Menyambung dari apa yang dikatakan Serda Abu, Ketua Perpusatakaan TBM Nando, sangat senang atas diterimanya TBM Kosakata ini ada ditengah-tengah lingkungan RW 02 Kelurahan Banjaran. Ia berharap, minat baca bersumber dari berbagai literasi, bisa kembali tumbuh dan berkembang, ditengah-tengah modernisasi.

Sebagaimana dikatakan Purba, dari Perpustakaan Kota Kediri, TBM di Kelurahan Banjaran ini bisa menjadi embrio pendidikan alternatif. Ia berharap, siapapun yang datang di TBM Kosakata ini, lebih  mudah untuk membaca buku dengan santai maupun berkomunikasi satu sama lain.

“TBM itu harusnya dimindset  untuk sesuatu yang kreasi dan kreatif. Kreasi berarti tidak hanya  menyediakan buku-buku saja, tetapi menciptakan kreatif. Untuk itu, TBM harus  menciptakan suasana senang,” kata Purba.

Berbagai buku bacaan ada di TBM Kosakata ini, dari dongeng atau cerita rakyat hingga buku-buku bergenre edukasi. Disamping itu, ada salah satu rak yang dipenuhi berbagai buku bergenre bedah sejarah dan buku ini cukup langka alias berstatus unlimited. (aang)

 

  • Whatsapp

Index Berita