Massa Bakar Fasilitas Perusahaan, PT.IJM Alami Kerugian Rp 2 Milyar Lebih

INDONESIASATU.CO.ID:

PASAMAN --- Pihak PT Inexco Jaya Makmur akhirnya angkat bicara pasca kerusuhan yang dialaminya. Kepada Indonesiasatu.co.id, pelaksana lapangan perusahaan, Edward mengaku sangat menyayangkan kejadian di luar dugaan tersebut. Pasalnya, Edward menilai kejadian ini hanya kesalahpahaman, mengingat semua peraturan, izin bahkan permintaan masyarakat telah dipenuhi oleh perusahaan. Baik itu sesuai aturan maupun ikatan emosional lainnya.

"Kami sangat menyayangkan hal ini terjadi. Untuk itu kami menyerahkan segala permasalahan dalam kericuhan ini kepada pihak berwajib. Kami berharap kasus ini cepat menemui titik terang dan selesai," kata Edward.

Edward mengaku, atas tindakan ini pihaknya mengalami kerugian mencapai Rp2 miliar lebih atas fasilitas produksi yang rusak parah, seperti bangunan processing plant berikut peralatan dan perlengkapan produksi di dalamnya, kemudian beberapa unit power generator dan fasilitas mess karyawan. 

 "Cukup banyak kerugian kami atas kejadian ini. Kami tidak illegal, semua aturan kami jalankan. Namun ini yang kami dapat. Untuk itu kedepannya kami dari pihak perusahaan berharap komunikasi antara kami, pemerintah daerah dan masyarakat lebih terjalin dan terbuka," kata Edward.

Melihat eskalasi situasi yang sangat tidak kondusif, maka diputuskan untuk melakukan evakuasi terhadap karyawan dan pekerja dari basecamp PT IJM.

Insiden tersebut kata Edward sangat disesalkan, karena merusak citra investasi di Indonesia.

"Kami dari perusahaan sangat menyesalkan insiden anarkis ini. Karena telah mencoreng upaya pemerintah terkait investasi di Indonesia," tambahnya.

Diceritakan Edward, awal kisruh tersebut bermula saat salah satu kelompok masyarakat yang merupakan supplier bahan baku bangunan berupa semen mengantarkan semen pesanan perusahaan. Di tengah perjalanan, terjadi kericuhan antara supplier dan masyarakat yang diduga bertindak anarkis. 

"Namun kejadian siang hari tersebut berbuntut lebih panjang, dimana PT IJM memperoleh informasi akan adanya upaya penyerangan ke fasilitas basecamp PT IJM. Hingga kami memghubungi pihak Polres dan TNI. Upaya kelompok tersebut berhasil digagalkan oleh aparat gabungan dari Polres Pasaman dan Kodim 0305 Pasaman hingga berujung dirazia dan berhasil diamankan sejumlah bom molotov dan senjata tajam. Tapi semua malah meruncing hingga akhirnya massa berhasil ditenangkan oleh tim TNI Polri pada Rabu (23/5) malam," imbuh Edward.

Edward berharap permasalahan ini dapat segera dilakukan investigasi yang mendalam, khususnya oleh pemerintah daerah Pasaman maupun pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

"Sejatinya konsesi pertambangan emas milik PT IJM ini merupakan tambang emas pertama di Sumatera Barat yang beroperasi dengan memiliki aspek legalitas yang komplit. Perseroan terus berupaya untuk mengikuti dan memenuhi segala regulasi yang terkait dengan pertambangan. Insiden ini sangat disesali karena telah mencoreng upaya pemerintah terkait investasi di Indonesia. Kami berharap ada titik terangnya," tandas Edward. (Anto)

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita