Penelusuran Keberadaan Sendang Tirto Kamandanu

INDONESIASATU.CO.ID:

Kediri. Mbah Tugino, juru kunci Sendang Tirto Kamandanu, menjabarkan segala sesuatunya di sendang yang berlokasi di Desa Menang, Kecamatan Pagu, kabupaten Kediri. Tempat inilah yang menjadi jujugan “Mlaku Mlaku Babinsa”, salah satu kegiatan berbasis komunikasi interaktif tanpa batas.

Pelda Santoso bersama Serma Jaenuri, menggali lebih dalam apa saja yang belum terkuak atau yang sudah terpublikasi secara umum. Keduanya datang di Sendang Tirto Kamandanu untuk berinteraksi langsung dengan juru kunci setempat, sekaligus menjalin komunikasi yang interaktif. jumat (1/2/2019)

Dikatakan Mbah No, sapaan Mbah Tugino, Sendang Tirto Kamandanu ini dipenuhi aura positif, dan aura tersebut hanya bisa dilihat orang-orang tertentu yang memiliki kelebihan panca indera.

“Disini, semua beraura positif, tidak ada yang negatif. Yang datang disini harus bertujuan positif, kalau tujuannya negatif, tidak sesuai, tidak cocok. Auranya positif, kalau ada yang punya daya linuwih (kelebihan) bisa dilihat. Kalau yang tidak ada, tidak bisa lihat. Cuma tertentu yang bisa lihat,” kata Mbah No.

Di sendang ini, ada patung-patung dewi, dan dari patung tersebut, mengalir air yang jernih. Air di sendang ini tidak mengenal istilah musim kemarau. Sebagaimana penjelasan Mbah No, musim kemarau atau musim hujan tidak ada bedanya, air tetap mengalir.

“Air disini, kemarau, hujan, sama saja. Disini tidak pernah sat (surut). Air mengalir setiap hari, kelebihan air mengalir keluar. Jadi tidak pernah lebih, tidak pernah kurang. Dari dulu, airnya seperti ini, dalam tidak, biasa-biasa,” sambung Mbah No.

Kolam sendang ada dua, dan keduanya luasnya sama. Diantara kedua kolam ada patung Ganesha. Patung Dewi bila dihitung, jumlahnya memang tidak mencapai 19, dalam satu kolamnya, tetapi bagi yang mempunyai kelebihan, jumlah itu lengkap, tanpa harus ditambahkan kolam yang disebelahnya.

“Kalau Ahmad Dhani itu namanya Dewa 19, disini patung dewi 19. Jadi disini jumlahnya 19, kalau punya linuwih (kelebihan), jumlahnya lengkap 19. Jumlah ini punya makna. Disinilah putri-putri raja dulu mandi, auranya positif,” ungkap Mbah No.

Menurutnya, patung dewi 19 ini ada sesuatu yang logika dan ada yang tidak masuk logika alias tidak nalar atau tidak masuk akal. Logikanya, kata Mbah No, yang namanya telaga pasti ada pasang surut alias aliran air akan surut ketika kemarau, tetapi kenyataannya, tidak pernah berubah, air tetap mengalir normal.

Tidak logika, dikatakan Mbah No, ada sesuatu yang mungkin tidak bisa masuk pemikiran orang, yaitu adanya sesuatu yang memiliki kekuatan, tapi kekuatan tersebut positif. Kekuatan ini, menurutnya, sama sekali tidak mengganggu, justru sebaliknya, malah membantu. Asalkan, orang yang lelaku (menjalankan), tidak melakukan hal-hal yang negatif.

“Disini, tidak ada tulisan larangan meso (mengumpat), tapi orang yang ada disini, harus mematuhi tidak boleh meso (mengumpat). Yang tidak mampu, tidak usah ikut-ikutan lelaku (menjalankan), yang mampu, ya silahkan. Mampu tidak mampu lelaku (menjalankan), tidak ada larangannya,” pungkas Mbah No.

Pelda Santoso dan Serma Jaenuri sempat mencoba air yang menyentuh air dalam sendang tersebut. Meski tidak menjeburkan diri, tetapi air terasa segar. Terlebih, areal ini dirindangi pepohon berukuran besar. (aang)

  • Whatsapp

Index Berita