Menerawang Dibalik Sebutir Batu Akik

indonesiasatu, 16 Feb 2019, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

KEDIRI - Pameran dan kontes batu akik bakal hadir di Kota Kediri, tepatnya di salah satu cafe yang berlokasi di Kelurahan Banjaran, Kecamatan Kota. Bagaimanapun juga, batu akik bisa dikatakan sebagai potensi sumber daya alam, sekaligus berbackground seni.

Pameran dan kontes ini sangat menarik perhatian Serka Samsuri dan Sertu Prasetyo untuk mengetahui lebih dalam, seperti apa batu akik itu. sabtu (16/2/2018)

Penelusuran batu akik yang dilakukan Serka Samsuri dan Sertu Prasetyo berujung pada salah satu kolektor batu akik asal Kelurahan Banjaran, Setyohadi. Perjumpaan ketiganya, berlanjut dengan membahas salah satu jenis batu akik yang menempel di jari Setyohadi.

Dikatakan Setyohadi, batu akik yang ada dijarinya berjenis kalsedon asal Pacitan, dan harganya relatif murah alias tidak terlalu mahal. Namun, bukan berarti diasumsikan batu akik jenis kalsedon harganya rata-rata tidak terlalu mahal, karena jenis yang satu ini harganya bertingkat, dalam artian harganya ada yang mahal.

“Kalau yang saya pakai ini cuma Rp 500 ribu, ini tidak terlalu mahal. Ada yang lebih mahal dari ini, malah ada yang sampai Rp 4 juta, Rp 7 juta lebih. Harga jenis kalsedon ini macam-macam, tidak sama semua, ada yang mahal, ada yang tidak,” kata Setyohadi.

Mengenai hal-hal yang bersifat supranatural, Setyohadi mengaku kurang paham betul akan hal itu. Ia memiliki batu akik bukan berdasarkan hal-hal yang bersifat supranatural, tetapi murni karena seni dari batu akik itu, baik warna maupun keindahan motif.

“Saya menyukai batu akik ini karena seni, seni dari warna, seni dari motif batu akik ini, bukan yang lainnya. Batu akik ini disukai, kalau orang itu tahu betul seni didalamya. Warnanya berbeda-beda, jenisnya berbeda-beda, motifnya juga berbeda-beda,” sambung Setyohadi.

Terkait jenis batu akik, Setyohadi lebih cenderung menyukai jenis kalsedon, dan tentunya kecenderungan itu tidak lepas dari wujud batu akik itu. Ia memastikan batu akik yang dimilikinya berstatus original, dan untuk memastikan original atau tidaknya, hanya orang-orang yang mengerti betul tentang batu akik.

Untuk mengetahui secara awam batu akik jenis kalsedon itu original atau bukan, batu ini bisa dilihat dengan menerawang kearah cahaya, dan umumnya baru terlihat setelah disorot cahaya dari bawah. Cara lain untuk membuktikannya, bisa dilakukan dengan menggosok atau mengusap batu akik, kalau yang original sekali usap sudah pasti akan terlihat bening.

Beberapa motif batu akik jenis kalsedon yang cukup populer yaitu, motif punggung kura-kura, klep batu bulan atau moonstone, klep mata kucing atau cat eye dan bi colour.

Pameran dan kontes ini sendiri, merupakan pertemuan khusus bagi komunitas kolektor batu akik. Jenis batu akik yang bakal dihadirkan pada pameran dan kontes ini yaitu, kristal tumbuhan, badar pemandangan, bulu macan atau basaltic, lavender, red chalcedon, kristal pemandangan, pirus motif dan kristal huruf. (aang)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu