Di Bobotsari, 21 Orang Mendapat Pelayanan KB  Gratis Dalam Rangka Hari Kontrasepsi

Di Bobotsari, 21 Orang Mendapat Pelayanan KB  Gratis Dalam Rangka Hari Kontrasepsi
Babinsa Bobotsari turut mendampingi kegiatan pelayanan KB dalam rangka Hari Kontrasepsi Sedunia 2020


PURBALINGGA-Dalam rangka memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia Tahun 2020, salah satu kegiatan yang dilaksanakan yaitu mensosialisasikan fungsi dan manfaat kontrasepsi untuk mengatur jarak kehamilan. Hal ini juga dilaksanakan oleh Puskesmas Bobotsari dengan menggandeng Koramil 08/Bobotsari melalui pelayanan KB secara gratis di Puskesmas Bobotsari, Kecamatan Bobotsari Kabupaten Purbalingga (18/9/2020).

Kegiatan pelayanan KB ini diantaranya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan penggunaan kontrasepsi dan mengupayakan generasi muda untuk mendapatkan informasi tentang kesehatan reproduksi, dan kesehatan seksual.
Selain pelayanan KB gratis sosialisasi dan edukasi pencegahan Covid-19 juga dilaksanakan dalam kegiatan ini.

Dalam kegiatan tersebut Sertu Saeful selaku Babinsa dari Koramil 08/Bobotsari yang turut dalam kegiatan ini menuturkan, " dengan kegiatan ini kami berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya melaksanakan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana guna mencapai keluarga sejahtera dan pengendalian penduduk. Kami para Babinsa yang berada di wilayah Kecamatan Bobotsari siap untuk membantu, mendukung dan mendampingi masyarakat demi kelancaran program tersebut, ” ucapnya.

Disamping itu Sertu Saeful juga menegaskan tentang pelaksanaan protokol kesehatan.

"Saat ini kita masih dalam situasi pandemi Covid-19, maka diharapkan dalam setiap kegiatan kita selalu melaksanakan  protokol kesehatan agar kita semua terbebas dari Covid-19, ” tegasnya.

Di tempat yang sama,  Suriyah, A.Md.Keb dari pihak Puskesmas Bobotsari turut mengungkapkan, " dalam kegiatan pelayanan KB memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia Tahun 2020 kali ini, ada 21 orang yang mendapatkan pelayanan KB secara gratis, masing-masing dengan perincian 16 orang Implan dan 5 orang IUD.
Momen hari kontrasepsi ini dilaksanakan untuk terus menggalakan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) sebagai salah satu program prioritas pemerintah dalam menurunkan angka kelahiran atau total fertility rate (TFR) sehingga dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia, " ujarnya.

Ditambahkan Suriyah, Bangga Kencana yang didalamnya terdapat program KB, sebuah program yang merupakan suatu upaya untuk mengatur jumlah anak dan jarak kelahiran, dengan jumlah anak yang ideal masyarakat diharapkan dapat mengelola kehidupan keluarganya dengan baik. Kontrasepsi tidak bisa dimaknai dengan membatasi jumlah kelahiran tetapi lebih jauh lagi dimaknai secara positif untuk mengatur dan menata kependudukan serta untuk merencanakan keluarga melalui pendekatan siklus kehidupan manusia. 

(Satria Ferry)