Masih Adanya Ketakutan Warga di Swab Tes, Bila Nantinya Positif Akan ada Dampak Sosial yang Timbul 

Masih Adanya Ketakutan Warga di Swab Tes, Bila Nantinya Positif Akan ada Dampak Sosial yang Timbul 
Pelda Waluyo saat memberikan arahan kepada warganya agar mau melaksanakan Swab tes

PURBALINGGA - Penolakan warga untuk melaksanakan Swab Tes kembali terjadi, kali ini terjadi di Dukuh Merden Desa Penaruban Kecamatan Kaligondang Kabupaten Purbalingga, (12/10/2020).

Kejadian bermula saat salah satu warga berinisial KS (61) tahun yang kesehariannya berprofesi sebagai pedagang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 dan dari hasil tracking kepada warga yang kontak erat dengan KS ditemukan 11 orang yang telah kontak dengannya,  kepadanya akan dilaksanakan Swab Tes untuk memastikan turut terpapar Covid-19 atau tidak.

Pelaksanaan kegiatan mulanya  berjalan cukup alot karena adanya aksi penolakan tersebut, namun akhirnya adanya Babinsa kegiatan tersebut dapat berjalan lancar setelah warga di mediasi serta diberikan gambaran tentang perlunya pelaksanaan tes tersebut tanpa mengedepankan ego pribadi semata.

Seperti diungkapkan oleh Pelda Waluyo Babinsa dari Koramil 02 Kaligondang Kodim 0702/Purbalingga untuk Desa Penaruban tentang adanya penolaan warganya sesuai hasil tracking untuk dilaksanakan  Swab tes.

“Benar adanya bahwa awalnya ada penolakan dari warga untuk di Swab tes di wilayah binaannya, penolakan ini dipicu dari rasa ketakutan warga akan dampak sosial apa bila setelah melaksanakan Swab Test dan diketahui hasilnya positif yang bersangkutan akan dikarantina dan keluarga serta lingkungan tempat tinggalnya justru akan mengucilkannya.
Ada 11 warga yang kontak erat dengan KS sesuai hasil tracking, 3 orang merupakan keluarga serumah dengan KS, 6 orang pernah kontak erat dan ada 2 orang yang baru pulang dari luar kota di wilayah zona merah. 11 orang tersebut awalnya menolak keras untuk di Swab tes namun setelah kami Babinsa memberikan gambaran akan perlunya tes tersebut untuk mencegah makin meluasnya Covid-19, warga menjadi paham dan mau untuk di Swab tes, kepada warga lainnya diharapkan jangan mengucilkan karena siapapun pastinya nggak akan mau terpapar virus ini, ” ungkapnya.

Hal senada turut dibenarkan oleh Nugrahita, A.Md.Keb selaku bidan Desa Penaruban, " ada 11 orang sesuai hasil tracking  yang enggan untuk di Swab tes,  namun setelah diberikan gambaran oleh Babinsa bersama tim dari Puskesmas Kaligondang dan perangkat desa Penaruban mereka menjadi mau untuk menjalani tes. Kegiatan ini sebagai upaya mencegah makin meluasnya Covid-19, diharapkan kepada masyarakat untuk tidak takut menjalani tes ini, justru klau hasil sudah turun setidaknya akan menjadi yakin akan kesehatannya namun bila memang terpapar tidak usah khawatir juga, dengan perawatan ketat sesuai anjuran tenaga medis di Rumah sakit nyatanya banyak kasus yang dapat sembuh, " ucapnya.
(Satria Ferry)